Sabtu, 18 Juli 2026

Pintu Utama Gereja bermakna "Tree of Life"

 Edisi #SangArsitekGereja

Sang Arsitek Gereja Ir. Marulam Lumbantoruan, M.Acc menunjukkan Sketsa pintu yang diukir sendiri

Pintu Utama atau Pintu masuk depan Gereja HKBP Menteng Lama yang terdiri dari dua gaun, di sebalah kiri dan kanan terdapat ukiran pohon dan berbuah. Sang Arsitek Gereja Ir. Marulam Lumbantoruan, M.Acr mengungkapkan bahwa ukiran tersebut diambil dari makna "Tree of Life".


"Tree of Life" atau pohon kehidupan sering kita jumpai dalam hal-hal yang spiritual. "Tree of Life" juga merupakan simbol yang di sakralkan yang di kaitkan dengan kelahiran, kehidupan, kematian dan juga kehidupan kembali.

Dalam Mitologi Yahudi dan Kristen "Tree of Life" disebutkan dalam Kitab Kejadian; itu adalah berbeda dari pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat. Setelah Adam tidak menaati Allah dengan memakan buah dari pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat, ia diusir dari taman Eden.

Pohon Kehidupan di Taman Eden, Kitab Kejadian 2:9 "Lalu TUHAN Allah menumbuhkan berbagai-bagai pohon dari bumi, yang menarik dan yang baik untuk dimakan buahnya; dan pohon kehidupan di tengah-tengah taman itu, serta pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat."

Tapi disini sang Arsitek mengatakan makna Pohon kehidupan dalam Gereja adalah menyatakan bahwa jemaat Gereja itu harus seperti pohon yang tumbuh subur dan menghasilkan buah, pohon yang subur dapat menjadikan orang lain berteduh di bawahnya dan berbuah berguna bagi orang lain.

"Terus kenapa ukiran "Tree of Life" diletakkan di pintu Utama yang sebagai pintu masuk dan pintu pulang Gereja setelah beribadah?". Analoginya sewaktu masuk melihat pohon "Tree of Life", maknanya jemaat mendapatkan pertumbuhan "Iman" dalam Ibadah Gereja, dan sewaktu akan pulang kita melihat pohon yang berbuah, maknanya diharapkan jemaat setelah pulang ibadah kembali ketengah-tengah keluarga dan masyarakat dapat berbuah yang banyak, besar, manis dan enak untuk dinikmati oleh orang lain.

"Di tengah-tengah jalan kota itu, yaitu di seberang-menyeberang sungai itu, ada pohon-pohon kehidupan yang berbuah dua belas kali, tiap-tiap bulan sekali; dan daun pohon-pohon itu dipakai untuk menyembuhkan bangsa-bangsa." Wahyu 22:2

Dalam Perjanjian Baru, Kitab Wahyu, Pohon Kehidupan muncul kembali di Yerusalem Baru. Orang-orang yang telah ditebus memperoleh kembali hak untuk memakan buahnya.

Pohon itu digambarkan:

  • menghasilkan dua belas macam buah,
  • berbuah setiap bulan,
  • daunnya dipakai untuk "menyembuhkan bangsa-bangsa."

Ini melambangkan pemulihan penuh hubungan antara Allah dan manusia serta kehidupan kekal di hadirat-Nya. Dalam tradisi Kristen, Tree of Life melambangkan:

  • kehidupan yang berasal dari Allah,
  • persekutuan dengan Allah,
  • hikmat dan kebenaran,
  • pemulihan dari akibat dosa,
  • pengharapan akan hidup kekal,
  • dan, dalam Kristen, penggenapannya ditemukan dalam Yesus Kristus.

sang Arsitek mengungkapkan, Pohon Kehidupan sering dipakai dalam seni, arsitektur gereja, dan simbol-simbol Kristen sebagai lambang harapan, kehidupan baru, dan janji hidup kekal bersama Allah.

Sang Arsitek Gereja Ir. Marulam Lumbantoruan, M.Acr waktu itu sebagai Arsitek Gereja HKBP Menteng Lama masih sangat muda setelah baru saja pulang menyelesaikan sekolah S2 Arsitek di Rusia, pada waktu membuat desain pintu masuk Gereja sang Arsitek membuat sketsa gambar ukirannya sendiri dari kayu jati sebagai contoh untuk ditiru oleh tukang ukir pintu Gereja. Sampai Sekarang ukiran sketsa pintu tersebut masih ada tersimpan di Gereja, dimana diserahkan kepada Gereja sebagai kenang-kenangan saksi sejarah pembangunan Gereja HKBP Menteng Lama.

Silahkan di cek Ceritanya disini ya : https://youtu.be/8MwyV5L7HrU

ikuti cerita #SangArsitekGereja berikutnya ya..... GBU

 









Tidak ada komentar:

Posting Komentar